Selasa, 24 Januari 2023

Grup Wagner Rusia Dikancah Perang Ukraina




Tentara Bayaran dan konflik

Terjadinya suatu peperangan antar negara biasanya dimulai dari perbedaan pendapat atau klaim suatu sengketa misalnya sengketa wilayah, ancaman keamanan negara, perebutan sumber daya alam, perebutan kekuasaan, hingga perebutan suatu keyakinan dan ideologi.

Untuk itu banyak orang untuk maju bertempur ke medan tempur dengan berbagai macam alasan dikarenakan sebab sengketa seperti sebelumnya yang sudah di bahas.

Tetapi dalam hal ini tidak bisa kita pungkiri ada juga orang yang berperang ke medan laga itu hanya dengan motif uang. Dan orang-orang seperti ini yang disebut tentara bayaran atau dalam istilah bahasa inggrisnya Mercenary. Individu atau kelompok yang terlibat dalam konflik bersenjata demi mendapatkan uang atau keuntungan pribadi.

Kemunculan tentara ini sebenarnya sudah lama ada yaitu mulai sejak abad ke 6 masehi, diberbagai tempat sudah digunakan dan sekarang semakin terdengar keberadaannya seiring dengan banyaknya konflik di berbagai wilayah.

Dalam perjanjian hukum intrnasional keberadaan tentara bayaran ini tidak diakui, tidak seperti tentara militer resmi. Dalam konvensi jenewa yang tercantum pada artikel 47 disebutkan tentara bayaran tidak memiliki hak baik sebagai kombatan maupun tawanan perang. Sehingga sebagai tentara  militer resmi apabila menjadi tawanan perang berlaku untuk tidak dilukai dan diperlakukan dengan baik.

 Tentara Bayaran Terorganisir

 Aktivitas tentara bayaran ini sangat terselubung dan dibuat menjadi lebih legal,bergerak dalam suatu perusahaan swasta yang merupakan wadah dari aktivitas tentara bayaran ini dalam menjalankan suatu kontrak pekerjaan.

Mereka ini disebut PMC atau Private Military Contractor atau Private military Company atau perusahaan militer swasta.

 PMC biasanya didirikan oleh veteran militer suatu anggota pasukan khusus.

Dengan bekal keahlian dan pengalaman dalam bidang militer dan bertempur, perusahaan ini menawarkan jasa kepada pemerintah maupun swasta berupa pelatihan strategi dan taktik kepada militer maupun kepolisian pada umumnya.

Dan pelatihan jasa keamanan,teknik penggunaan senjata api untuk pihak swasta dan banyak lagi jasa yang bisa ditawarkan yang berkaitan dengan keamanan.

 Keberadaan perusahaan militer swasta semacam ini tersebar di beberapa wilayah atau negara dan banyak jumlahnya, tetapi yang sering masuk dalam pemberitaan internasional di suatu konflik diantaranya adalah Blackwater dari Amerika, Sandline Internasional dari Inggris dan Grup Wagner dari Rusia.

 



Grup Wagner 

Dalam pembahasan kali ini, berkaitan dengan pemberitaan internasional mengenai invasi Rusia ke Ukraina, maka dibahas PMC yang berasal dari Rusia,  yaitu Grup Wagner yang terlibat konflik langsung dan bahkan menjadi topik dari suatu pemberitaan.


Grup Wagner didirikan oleh veteran pasukan operasi khusus militer Rusia yang berpangkat Letnan Kolonel bernama Dmitry Utkin dan sampai sekarang ini dijalankan oleh Yevgeny Prigozhin seorang mantan perwira militer yang juga seorang pengusaha dan oligarki Rusia, juga sebagai orang kepercayaan presiden Rusia Vladimir Putin.

Grup Wagner sangat berbeda dengan PMC lainnya, tidak semata mendapatkan uang dari jasa keamanan dan PMC di Rusia masih dianggap ilegal.

Grup Wagner selalu melakukan operasi untuk mendukung kepentingan Rusia dan garda terdepan dalam pertempuran, terutama dalam konflik di luar negeri. Mereka menerima peralatan dari Kementerian Pertahanan Rusia, diangkut dengan pesawat militer Rusia, Menggunakan fasilitas pelatihan Angkatan Darat Rusia, bahkan stafnya menggunakan sistem BPJS Angkatan Darat Rusia. Karena itu, mereka dicurigai sebagai cabang bayangan atau perpanjangan tangan militer Rusia untuk melakukan operasi militer.

Ini secara resmi tidak mungkin dilakukan oleh militer. Misalnya, beberapa intervensi Rusia di Suriah atau negara-negara Afrika. Di Suriah, misalnya, Grup Wagner membantu pemerintah Suriah. Personel Grup wagner sampai saat ini diperkirakan mencapai 50.000 orang dan sebagian bertempur di Ukraina.

Pertempuran Di Soledar Ukraina


Sekali lagi semua orang seperti dibuka kembali ingatannya mengenai keberadaan aktivitas pasukan bayaran Rusia yaitu Grup Wagner, hal ini berdasarkan dari berita internasional mengenai terjadinya pertempuran di kota soledar Ukraina timur, yang dimotori Grup Wagner.





Gelombang serangan militer Rusia melawan Ukraina dimulai pada hari Rabu, 11 Januari 2023, pada hari ke-322, Tentara bayaran Rusia mengklaim bahwa pasukan mereka sepenuhnya telah merebut kota Soledar,bahkan komandan Grup Wagner  Yevgeny Prigozhin dalam pesan audio telah mempublikasikan berita perebutan di Saluran Telegram, hal ini menandai keberhasilan Moskow di medan perang sejak musim panas lalu.

Kelompok tentara bayaran Rusia ini mengatakan pertempuran terkonsentrasi di sekitar kota tambang garam. Tujuan utamanya merebut kota ini adalah untuk memfasilitasi kontrol atas sejumlah wilayah timur Ukraina lainnya. Penguasaan Soledar dan tambang garamnya memiliki nilai militer dan komersial simbolis bagi Rusia.

Pasukan Rusia dan kelompok Wagner dikatakan telah menguasai Soledar selama empat hari pertempuran. Kantor berita Rusia Rianovoste juga mengatakan kelompok Wagner menguasai tambang garam tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia memuji perjuangan Grup Wagner  yang mendukung Moskow, yang menurut Kementerian Pertahanan memainkan peran penting dalam pembebasan kota Soledar.

Sekarang diklaim bahwa kota itu sepenuhnya dikendalikan oleh Rusia. Rusia menyatakan bahwa kelompok Wagner  dengan tepat telah menyelesaikan tugas mereka di medan perang, bahkan Rusia menyebutnya sebagai perjuangan tanpa pamrih, pada hari Jumat, 13 Januari 2023, Kementerian Pertahanan Rusia secara resmi mengumumkan pembebasan kota soledar.

 


0 comments:

Posting Komentar