Tentara Bayaran dan konflik
Terjadinya suatu peperangan antar negara biasanya dimulai dari perbedaan pendapat atau klaim suatu sengketa misalnya sengketa wilayah, ancaman keamanan negara, perebutan sumber daya alam, perebutan kekuasaan, hingga perebutan suatu keyakinan dan ideologi.
Untuk itu banyak
orang untuk maju bertempur ke medan tempur dengan berbagai macam alasan
dikarenakan sebab sengketa seperti sebelumnya yang sudah di bahas.
Tetapi dalam
hal ini tidak bisa kita pungkiri ada juga orang yang berperang ke medan laga itu hanya dengan motif uang. Dan orang-orang seperti ini yang
disebut tentara bayaran atau dalam istilah bahasa inggrisnya Mercenary.
Individu atau kelompok yang terlibat dalam konflik bersenjata demi mendapatkan
uang atau keuntungan pribadi.
Kemunculan
tentara ini sebenarnya sudah lama ada yaitu mulai sejak abad ke 6 masehi,
diberbagai tempat sudah digunakan dan sekarang semakin terdengar keberadaannya
seiring dengan banyaknya konflik di berbagai wilayah.
Dalam
perjanjian hukum intrnasional keberadaan tentara bayaran ini tidak diakui,
tidak seperti tentara militer resmi. Dalam konvensi jenewa yang tercantum pada
artikel 47 disebutkan tentara bayaran tidak memiliki hak baik sebagai kombatan
maupun tawanan perang. Sehingga sebagai tentara
militer resmi apabila menjadi tawanan perang berlaku untuk tidak dilukai
dan diperlakukan dengan baik.
Tentara Bayaran Terorganisir
Aktivitas tentara bayaran ini sangat terselubung dan dibuat menjadi lebih legal,bergerak dalam suatu perusahaan swasta yang merupakan wadah dari aktivitas tentara bayaran ini dalam menjalankan suatu kontrak pekerjaan.
Mereka ini
disebut PMC atau Private Military Contractor atau Private military Company atau
perusahaan militer swasta.
PMC biasanya didirikan oleh veteran militer suatu anggota pasukan khusus.
Dengan bekal
keahlian dan pengalaman dalam bidang militer dan bertempur, perusahaan ini
menawarkan jasa kepada pemerintah maupun swasta berupa pelatihan strategi dan
taktik kepada militer maupun kepolisian pada umumnya.
Dan
pelatihan jasa keamanan,teknik penggunaan senjata api untuk pihak swasta dan banyak
lagi jasa yang bisa ditawarkan yang berkaitan dengan keamanan.
Keberadaan perusahaan militer swasta semacam ini tersebar di beberapa wilayah atau negara dan banyak jumlahnya, tetapi yang sering masuk dalam pemberitaan internasional di suatu konflik diantaranya adalah Blackwater dari Amerika, Sandline Internasional dari Inggris dan Grup Wagner dari Rusia.
Grup Wagner
Dalam pembahasan kali ini, berkaitan dengan pemberitaan internasional mengenai invasi Rusia ke Ukraina, maka dibahas PMC yang berasal dari Rusia, yaitu Grup Wagner yang terlibat konflik langsung dan bahkan menjadi topik dari suatu pemberitaan.
Grup Wagner didirikan oleh veteran pasukan operasi khusus militer Rusia yang berpangkat Letnan Kolonel bernama Dmitry Utkin dan sampai sekarang ini dijalankan oleh Yevgeny Prigozhin seorang mantan perwira militer yang juga seorang pengusaha dan oligarki Rusia, juga sebagai orang kepercayaan presiden Rusia Vladimir Putin.
Grup Wagner sangat berbeda
dengan PMC lainnya, tidak semata mendapatkan uang dari jasa keamanan dan PMC di
Rusia masih dianggap ilegal.
Grup Wagner selalu melakukan
operasi untuk mendukung kepentingan Rusia dan garda terdepan dalam pertempuran,
terutama dalam konflik di luar negeri. Mereka menerima peralatan dari
Kementerian Pertahanan Rusia, diangkut dengan pesawat militer Rusia, Menggunakan
fasilitas pelatihan Angkatan Darat Rusia, bahkan stafnya menggunakan sistem
BPJS Angkatan Darat Rusia. Karena itu, mereka dicurigai sebagai cabang bayangan
atau perpanjangan tangan militer Rusia untuk melakukan operasi militer.
Ini secara resmi tidak
mungkin dilakukan oleh militer. Misalnya, beberapa intervensi Rusia di Suriah
atau negara-negara Afrika. Di Suriah, misalnya, Grup Wagner membantu pemerintah
Suriah. Personel Grup wagner sampai saat ini diperkirakan mencapai 50.000 orang
dan sebagian bertempur di Ukraina.
Pertempuran Di Soledar Ukraina
Sekali lagi semua orang seperti
dibuka kembali ingatannya mengenai keberadaan aktivitas pasukan bayaran Rusia yaitu Grup Wagner, hal ini berdasarkan dari berita internasional mengenai terjadinya
pertempuran di kota soledar Ukraina timur, yang dimotori Grup Wagner.


Gelombang serangan militer
Rusia melawan Ukraina dimulai pada hari Rabu, 11 Januari 2023, pada hari ke-322,
Tentara bayaran Rusia mengklaim bahwa pasukan mereka sepenuhnya telah merebut
kota Soledar,bahkan komandan Grup Wagner Yevgeny Prigozhin dalam pesan audio telah mempublikasikan
berita perebutan di Saluran Telegram, hal ini menandai
keberhasilan Moskow di medan perang sejak musim panas lalu.
Kelompok tentara bayaran
Rusia ini mengatakan pertempuran terkonsentrasi di sekitar kota tambang garam. Tujuan
utamanya merebut kota ini adalah untuk memfasilitasi kontrol atas sejumlah
wilayah timur Ukraina lainnya. Penguasaan Soledar dan tambang garamnya memiliki
nilai militer dan komersial simbolis bagi Rusia.
Pasukan Rusia dan kelompok
Wagner dikatakan telah menguasai Soledar selama empat hari pertempuran. Kantor
berita Rusia Rianovoste juga mengatakan kelompok Wagner menguasai tambang garam
tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia memuji perjuangan Grup
Wagner yang mendukung Moskow, yang
menurut Kementerian Pertahanan memainkan peran penting dalam pembebasan kota
Soledar.
Sekarang diklaim bahwa kota itu sepenuhnya dikendalikan
oleh Rusia. Rusia menyatakan bahwa kelompok Wagner dengan tepat telah menyelesaikan tugas mereka
di medan perang, bahkan Rusia menyebutnya sebagai perjuangan tanpa pamrih, pada
hari Jumat, 13 Januari 2023, Kementerian Pertahanan Rusia secara resmi mengumumkan
pembebasan kota soledar.

.jpg)





0 comments:
Posting Komentar