Selasa, 21 Februari 2023

Robot Pembunuh Tank Tempur Utama Di Perang Ukraina





Robot penyerang Tank di perang Ukraina

Rusia sedang mempersiakan suatu kendaraan baru yaitu penggunaan kendaraan darat tak berawak Marker untuk menyerang tank tempur utama Barat yang tiba di Ukraina.

Empat Marker, dipersenjatai dengan rudal anti-tank dan akan dikerahkan di wilayah Donbass Ukraina untuk menghancurkan tank Abrams dan Leopard,  penasihat militer Dmitry Rogozin mengatakan kepada kantor berita negara RIA Novosti.

Mantan direktur jenderal badan antariksa Rusia Roskosmos ini menjelaskan bahwa katalog elektronik kendaraan canggih tersebut, setelah dilengkapi dengan gambar tank, memungkinkannya  mengenali dan mengaktifkannya secara otomatis.

Robot Marker sebelumnya diuji sebagai robot keamanan di Vostochny Cosmodrome. Mesin seberat 3 ton ini dikembangkan oleh  Android Technology bersama dengan Advanced Research Foundation.




Keunggulan Robot Tank Marker

Segera setelah pengiriman tank Abrams dan Leopard ke pasukan Ukraina dimulai, robot tersebut akan menerima gambar elektronik yang sesuai dan akan dapat secara otomatis mendeteksi dan menyerang tank Amerika dan Jerman yang dilengkapi dengan ATGM (Anti-Tank Guided Missile). Robot juga dapat memilih target berdasarkan prioritas dan memutuskan sendiri mana yang paling penting.

Mengutip dari pakar militer Viktor Murakhovsky, media Rusia  mencatat bahwa medan negara itu  akan memaksa tank untuk beroperasi sangat dekat dengan musuh, sehingga meningkatkan kemungkinan lapis baja mereka dapat ditembus.

 "Tank NATO diharuskan untuk beroperasi di Ukraina pada jarak tempur kurang dari 1.500 meter (4.921 kaki) karena fitur medan, sementara lapis baja mereka dirancang untuk jarak  lebih dari 2.000 meter (6.562 kaki), kata Murakhovsky,  juga menambahkan bahwa ukuran tank berkontribusi pada kerentanan mereka terhadap senjata anti-tank.

Pengembangan pada robot meningkatkan sistem untuk kemampuan pengintaian dan pengumpulan intelijen pada tahun 2021, dan melengkapinya dengan kemampuan untuk berkomunikasi dengan kelompok robot darat. Platform lacak seberat tiga ton ini juga akan dilengkapi dengan kemampuan anti-drone seperti jamming radio elektronik dan jaring pencegat.




















Reff : thedefensepost.com

          kommersant.ru


0 comments:

Posting Komentar