
Nuklir
Tenaga atom merupakan energi dalam nukleus atau inti sebuah
atom. Atom adalah unit kecil yang membentuk semua materi di alam semesta, dan
energi menyatukan inti. Ada banyak
energi dalam inti atom yang padat. Kenyatanya, gaya yang menyatukan inti atom ini secara resmi disebut "gaya
kuat". Energi nuklir dapat digunakan
untuk menghasilkan listrik, tetapi harus dilepaskan terlebih dahulu dari
atom.Dalam proses fisi nuklir, atom-atom dipecah untuk melepaskan energi.
Reaktor nuklir merupakan pengontrolan fisi nuklir oleh
seperangkat mesin yang dapat menghasilkan listrik. Bahan bakar yang digunakan
dalam reaktor nuklir untuk menghasilkan fisi nuklir adalah pelet uranium. Dalam reaktor nuklir, atom uranium
dipaksa untuk membelah.Pada saat atom-atom
membelah, atom-atom ini melepaskan partikel kecil yang biasa disebut
produk fisi, dengan hal ini akan menyebabkan suatu atom uranium lainnya pecah
dan bisa memulai reaksi berantai. Dalam proses reaksi berantai ini energi yang
dilepaskan dapat menghasilkan panas.
Nuklir sebagai
senjata
Di pusat setiap atom terdapat sebuah nukleus. Memecah inti
tersebut atau menggabungkan dua inti menjadi satu dapat melepaskan energi dalam
jumlah besar. Senjata nuklir menggunakan energi tersebut untuk menciptakan
ledakan.
Senjata nuklir modern bekerja dengan menggabungkan bahan
peledak kimia, fisi nuklir, dan fusi nuklir. Bahan peledak memampatkan bahan
nuklir, menyebabkan fisi, fisi melepaskan sejumlah besar energi dalam bentuk
sinar-X, yang menciptakan suhu dan tekanan tinggi yang diperlukan untuk
menyalakan fusi.
Bahan bakar senjata
nuklir
Hanya isotop tertentu dari elemen tertentu yang dapat
mengalami fisi (isotop adalah variasi dari elemen yang sama dengan jumlah
neutron yang berbeda di dalam nukleus). Plutonium-239 dan uranium-235 adalah
isotop yang paling umum digunakan dalam senjata nuklir.
Senjata nuklir adalah senjata paling berbahaya di dunia.
Senjata ini dapat menghancurkan seluruh kota, mungkin membunuh jutaan orang,
dan membahayakan lingkungan alam dan kehidupan generasi mendatang dengan efek
bencana jangka panjangnya. Meskipun senjata nuklir baru digunakan dalam peperangan sebanyak dua kali, yaitu
dalam pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945.
Usaha pembatasan
senjata nuklir
Perlucutan senjata adalah perlindungan terbaik terhadap
bahaya semacam itu, tetapi mencapai
tujuan ini merupakan tantangan yang sangat sulit.
Zona Bebas Senjata Nuklir
(NWFZ) regional diciptakan untuk memperkuat norma global non-proliferasi
dan perlucutan senjata nuklir dan untuk
mengkonsolidasikan upaya perdamaian dan keamanan internasional.
Perserikatan Bangsa-Bangsa telah berusaha untuk
menghilangkan senjata semacam itu sejak awal didirikan. Resolusi pertama, yang
disahkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1946, membentuk komisi untuk
menangani masalah yang berkaitan dengan penemuan energi atom. Tugas Komisi,
antara lain, membuat proposal untuk pengendalian energi
nuklir, sejauh ini diperlukan untuk memastikan penggunaannya hanya untuk tujuan
damai.
Sejumlah perjanjian dan pengaturan bilateral dan
plurilateral bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan kategori senjata
nuklir tertentu untuk mencegah proliferasi senjata tersebut dan alat
pengirimannya. Ini berkisar dari berbagai perjanjian antara Amerika Serikat dan
Federasi Rusia dan berbagai inisiatif lainnya untuk Grup Pasokan Nuklir, Rezim
Kontrol Teknologi Rudal, Kode Etik Den Haag tentang Proliferasi Rudal Balistik
dan Peraturan Wassenaar.
Sekretariat PBB sangat mendukung upaya non-proliferasi dan
penghapusan total senjata nuklir.
Apa yang akan terjadi
jika senjata nuklir digunakan?
Senjata nuklir adalah senjata yang paling merusak yang
pernah diciptakan, tidak manusiawi, dan tidak pandang bulu. Baik dalam skala
kehancuran yang ditimbulkannya, maupun dalam kejatuhan radioaktifnya yang
secara unik, menyebar, dan merusak secara genetik, senjata ini tidak seperti
senjata lainnya. Dengan Penggunaan puluhan bahkan ratusan bom nuklir bisa
mengganggu iklim global dan akan menyebabkan kelaparan yang meluas.
Efek jangka pendek
Satu senjata nuklir dapat menghancurkan sebuah kota dan
membunuh sebagian besar penduduknya. Beberapa ledakan nuklir di atas kota-kota
modern akan membunuh puluhan juta orang. Korban dari perang nuklir besar antara
AS dan Rusia bisa mencapai ratusan juta orang.
Dibutuhkan waktu sekitar 10 detik bagi bola api dari ledakan
nuklir untuk mencapai ukuran maksimumnya. Ledakan nuklir bisa melepaskan
sejumlah besar energi dalam bentuk ledakan berupa radiasi dan panas. Gelombang
kejut yang ditimbulkan dari ledakan nuklir akan sangat besar dan bisa mencapai
kecepatan ratusan kilometer per jam. Ledakan tersebut membunuh orang-orang yang
berada di dekat titik nol, dan menyebabkan cedera paru-paru, kerusakan telinga,
dan pendarahan internal yang lebih jauh. Orang-orang mengalami luka-luka akibat
tertimpa reruntuhan bangunan dan benda-benda yang beterbangan. Radiasi panas
sangat kuat sehingga hampir semua yang dekat dengan titik nol menguap. Panas
yang ekstrem menyebabkan luka bakar parah dan menyulut api di area yang luas,
yang menyatu menjadi badai api raksasa. Bahkan orang-orang yang berada di
tempat penampungan bawah tanah menghadapi kemungkinan kematian karena
kekurangan oksigen dan keracunan karbon monoksida.
Efek jangka panjang
Senjata nuklir ini menghasilkan radiasi pengion, yang
membunuh atau membuat sakit mereka yang terpapar, mencemari lingkungan, dan
memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang, termasuk kanker dan kerusakan
genetik. Penggunaannya yang meluas dalam pengujian atmosfer telah menyebabkan
konsekuensi jangka panjang yang serius. Para dokter memproyeksikan bahwa
sekitar 2,4 juta orang di seluruh dunia pada akhirnya akan meninggal akibat
kanker karena uji coba nuklir di atmosfer yang dilakukan antara tahun 1945 dan
1980.
Digunakannya senjata nuklir kurang dari satu persen saja di
dunia dapat menimbulkan kerusakan iklim global yang dahsyat dan mengancam
sebanyak dua miliar orang dengan kelaparan dalam bencana kelaparan nuklir dalam
jangka panjang. Peledakan ribuan senjata nuklir dapat mengakibatkan musim
dingin nuklir, yang akan menghancurkan ekosistem kita yang rapuh.
Dokter dan petugas pertolongan pertama tidak akan dapat
bekerja di daerah yang hancur dan terkontaminasi radioaktif. Bahkan satu
ledakan nuklir di sebuah kota modern akan membebani
sumber daya bantuan bencana yang ada hingga mencapai titik
puncaknya, perang nuklir akan membanjiri sistem bantuan apa pun yang dapat kita
bangun sebelumnya. Pengungsian akibat perang nuklir akan menghasilkan krisis
pengungsi yang jauh lebih besar daripada yang pernah kita alami.
Dampak lingkungan dan
sosio ekonomi dari senjata nuklir
Keberadaan senjata nuklir memiliki dampak yang kuat terhadap
lingkungan. Perang nuklir berarti gangguan iklim dengan konsekuensi yang
menghancurkan. Dunia akan mengalami musim dingin nuklir, kelaparan global yang
mematikan, dan efek pemanasan global yang semakin parah.
Dampak sosial-ekonomi juga akan sangat buruk, dengan
negara-negara berkembang dan kelompok-kelompok terpinggirkan akan menjadi pihak
yang paling menderita. Senjata nuklir juga akan menyedot dana yang tidak
sedikit: untuk pengembangan, pemeliharaan, dan pembongkarannya. Ini adalah uang
yang dapat digunakan dengan lebih baik untuk mendanai aset-aset seperti
teknologi ramah lingkungan dan fasilitas kesehatan.
icanw.org
iaea.org


0 comments:
Posting Komentar